BERJUANG SEBAGAI KHALIFAH 010

BERJUANG SEBAGAI KHALIFAH 010



Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr
Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia..
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin..
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para
malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan 
seorang khalifah di muka bumi….."
( QS Al Baqarah (2) : 30)


Di Negara kita, dikenal istilah demokrasi suatu pemerintahan yang dalam pembentukannya dijalankan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Artinya negeri ini terbentuk atas kesepakatan bersama yang idenya dari rakyat dan dalam pemerintahannya juga dikendalikan oleh rakyat serta tujuannya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Begitu pula dalam hubungan antara manusia dengan Tuhan, melakukan demokrasi yang saling mengikat janji dan kerjasama yang saling menguntungkan. Di mana Tuhan sebagai Penguasa Majelis Permusyawaratan Dunia Akhirat, sedangkan manusia sebagai eksektif (khalifah) di muka bumi ini, “ Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi ini…… ” (QS Fathir  (35): 39 ). Dengan menjalankan pemerintahannya dan dibantu oleh para menteri dan panglima hati nurani, akal, dan hawa nafsu. Manusia harus mengendalikan dan menjalankan serta mensejahterakan rakyatnya dari berbagai golongan, seperti mata, hidung, telinga, mulut tangan, kaki dan kepala. Kemudian pada akhir jabatannnya (meninggal) manusia harus melaporkan pertanggungjawabnya sebagai khalifah di Mahkamah Keadilan Sang Maha Adil, Allah SWT.
Al Kisah suatu hari sultan berjalan mengelilingi kota. Setiap orang membungkuk padanya kecuali seorang darwis tua. Sang darwis tetap duduk dan terus berzikir kepada tuhan sembari memutar tasbih. Sultan berhenti dan memanggil darwis itu agar menghampirinya.
“Mengapa kau tidak membungkuk padaku ketika orang-orang membungkuk?” Tanya sultan. Darwias tersebut menjawab, “Orang lain takut kepada kekuasaanmu dan menginginkan hartamu. Pantaslah mereka membungkuk padamu. Aku hanya takut pada Allah. Aku hanya mendambakan Anugrah-Nya untukku. Jadi tidaklah pantas aku membungkuk padamu”
Sang sultan merasa tersinggung tetapi darwis tersebut melanjutkan jawabannya, “Selain itu, seorang manusia yang bebas tidak boleh membungkuk pada seorang budak.” Wajah sultan memerah dan memucat karena marah. Para prajuritnya mulai menghunus pedang mereka.
Dengan tenang sang darwis menukas, “Anda tahu, anda masih menajdi budak dari kemarahan dan kehormatan anda sementara aku telah membebaskan diri dari dominasi egoku dan sifat hewaniku.” Sultan  kemudian menyuruh prajuritnya pergi. “Tinggalkan ia sendiri. Ia hamba Allah dan berada di luar Kekuasaanku.” Ketahuilah bahwa pemimpin tidak hanya seorang presiden, raja, sultan, atau hinggah ketingkat paling bawah ketua RT dan atau kepala rumah tangga. Memang semua jabatan ini adalah pemimpin. Hanya saja, sebelum kita menjadi pemimpin seperti di jelaskan di atas, kita harus tahu bahwa meskipun kita tidak menjabat sebagai presiden, menteri, gubernur, hingga ketua RT atau sebelum menikah sekalipun, agar menjadi kepala rumah tangga, seharusnya kita harus sadar bahwa kita semua adalah pemimpin bagi diri kita sendiri “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan kamu bertanggungjawab terhadap kepemimpinan itu.  Sabda Rasulullah.
Hal ini harus di camkan baik-baik. Kalau kita baik dalam memanage diri kita sesuai dengan tempatnya; dapat memimpin bagaimana agar hati kita tenang. Akal kita makin cerdas untuk menilai mana yang baik dan mana yang buruk, hawa nafsu kita terkendali serta di dukung oleh panca indera kita yang merupakan rakyat kita, paling tidak kita sudah berhasil memimpin diri kita dari dalam sebelum kita memimpin keluar dengan memegang jabatan di masyarakat.
Jika anda sudah memimpin diri anda dengan sebaik mungkin berarti anda dapat disebut sebagai “Khalifah  Tuhan –Wakil, Citra Tuhan—yakni mewakili sifat kebaikan Tuhan, seperti jujur (mewakili sifat Tuhan yang maha Jujur), kasih sayang (mewakili sifat Tuhan yang Maha pengasih dan Penyayang) dan sifat-sifat lainnya yang berjumlah 99 (Al Asmaul Husna)
Semoga Buletin ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca setia bulletin SC Ar Riyadhoh BEM FIK UNM
Dan akan lebih baik lagi jika anda memberi kesempatan kepada orang lain untuk membacanya.
Pelindung/penasehat: Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina: Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc M.Pd.I Penanggung jawab: Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM dan Ketua Depertemen Informasi Dan Komunikasi Editor :  Kaharuddin


Read More
BELAJAR ILMU SABAR 009

BELAJAR ILMU SABAR 009



Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr
Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia..
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin..
Dalam edisi ini kami mencoba menginspirasi dan menggugah jiwa para pembaca setia buletin Ar-Riyadhoh dengan memetik makna dari sebuah kisah bagaimana belajar menjadi orang yang Sabar
Al kisah dalam dunia Sufi, Seorang sekh tidak menerima seorang murid dengan segera. Jalan sufi memerlukan kesabaran, ketulusan, keteguhan dan kepatuhan. Seorang pemuda bernama Syibli datang kepada Junayd (Guru) dan memohon untuk menjadi muridnya. Syibli adalah seorang gubernur wilayah penting di Persia. Dan ia meninggalkan kedudukannya untuk menjadi murid tasawuf. Ia berkata pada junayd “Anda telah di kenal sebagai orang yang ahli mutiara (Kearifan) mohon berikanlah satu kepadaku.” Junayd menjawab “Anda tidak akan mampu membelinya jika aku menjualnya dan jika aku memberi secara Cuma-Cuma maka anda tidak akan menyadari nilainya . anda harus melakukan apa yang harus aku lakukan , menyelam ke kedalaman lautan dan tunggulah dengan
sabar. Hingga anda menemukan mutiara sendiri.” Syibli bertanya apa yang harus aku lakukan untuk menjadi muridmu. Junayd meminta agar menjual belerang selama satu tahun, ketika Syibli kembali, Junayd berkata pekerjaanya hanya memberinya kemasyuran dalam berdagang, dan sekarang dia harus mengemis selama satu tahun, Syibli kembali dan sekarang kau menyadari nilai dirimu sendiri. Kau telah melihat bahwa kamu sama sekali tidak berharga di dalam pandangan orang lain. Kembalilah ke daerah asalmu dan minta maaflah kepada orang-orang yang telah kau perintah selama kau menjadi gubernur.
Syibli berjalan dari rumah ke rumah hingga tersisa satu rumah. Ia terus berusaha mencari, tetapi ia tidah dapat menemukan orang tersebut. Akhirnya Syibli kembali dengan membagikan seratus ribu dirham untuk didermakan, tetapi tetap saja ia tidak memperoleh ketenangan. Setelah empat tahun, Syibli kembali kepada Junayd. Syek tersebut menunjukkan bahwa jejak-jejak kemegahan dan kebanggaan masih tinggal di dalam dirinya, sehinggah junayd menyuruhnya untuk kembali mengemis selama satu tahun. Setiap hari Junayd membawa hasil dari mengemis kepada Junayd, dan junayd memberikannya kepada orang-orang miskin. Setelah satu tahun junayd menerima Syibli sebagai muridnya. Ia kemudian menyuruhnya untuk melanyani darwis lainnya. Setelah satu tahun pelayanan ini, Junayd bertanya kepada Syibli apa yang kini engkau pikirkan tentang dirinya  “Aku merasakan diriku sebagai ciptaan Allah yang terkecil
”Sekarang” imanmu telah sempurna.
            Junayd telah memberikan obat tersulit untuk menghilangkan segala kecenderungan untuk bangga dan sombong di dalam diri Syibli . memakan waktu bertahun-tahun bagi Syibli untuk membebaskan dirinya dari sifat ini, tetapi Syibil akhirnya menjadi salah satu guru Sufi besar.
            Mengatakan “bersabarlah“ barangkali tidaklah sulit. Namun untuk memperaktekan ilmu sabar tidak semudah apa yang kita katakan. Justru yang sering kita jumpai adalah orang-orang yang mengatakan .”Sekarang kesabaran saya sudah habis ” orang seperti  ini berarti belum menemukan ilmu sabar. Sabar itu tidak terbatas
            Lihatlah Syibli agar bisa diterima sebagai muridnya Junayd dengan harapan agar mendapatkan mutiara (Kearifan) ia harus rela menanggalkan jabatannya sebagai gubernur. Apakah setelah itu ia langsung di terima sebagai muridnya Junayd? Ternyata masih belum ia harus mengemis selama satu tahun. Coba bayangkan jika posisi anda sekarang menjabat sebagai gubernur lalu mengemis ? mungkin anda mengatakan “Mau ditaruh di mana Muka Saya bukan !” tidak cukup sampai di situ Syibli pun harus meminta maaf kepada orang-orang yang telah mereka perintah selama menjabat sebagai gubernur. Ini ia lakukan selama empat tahun. Apa sudah cukup kesabaran Syibli ? ternyata belum karena ada salah seorang yang ia cari belum ketemu. Akhirnya ia di suruh lagi untuk mengemis selama satu tahun oleh junayd. Setelah diterimanya pun
terlebih dahulu Syibli harus melayani para dawis setelah itu barulah ia di terima sebagai murid junayd yang sejati Akhirnya Syibli telah berhasi menjalani Ilmu Sabar dan Imannya telah Sempurna. Hinggah pada akhirnya syibli di kenal sebagi salah satu guru sufi yang paling masyhur.
Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(QS . Al Baqarah 2]155)
Jadi jika selama ini anda sudah menjadi orang yang paling sabar sebaiknya bekacalah pada Syibli. Renungkan wasiat junayd. Bencana merupakan pelita bagi kaum makrifat penggugah bagi orang yang menghendaki jalan Allah SWT. Rehabilitas bagi orang yang beriman dan Kehancuran bagi mereka yang lupa. Seseorang tidak akan dapat menemukan manisnya keimananan sampai datang kepadanya suatu bencana dan dia ridho dan sabar.
Semoga Buletin ini dapat memberi manfaat untuk para pembaca setia bulletin SC Ar Riyadhoh BEM FIK UNM.

Pelindung/penasehat: Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina: Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc M.Pd.I Penanggung jawab: Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM dan Ketua Depertemen Informasi Dan Komunikasi Editor :  Kaharuddin

Read More
SEMAKIN BERSYUKUR REZEKI SEMAKIN BERTAMBAH 008

SEMAKIN BERSYUKUR REZEKI SEMAKIN BERTAMBAH 008



Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr
Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia..
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin..
Dalam edisi ini kami mencoba menginspirasi dan menggugah jiwa para pembaca setia buletin Ar-Riyadhoh dengan memetik makna dari Surah AlMu’Minun (23): 72 ) yang artinya
‘’Atau kamu meminta rezeki kepada mereka?", Maka rezeki dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah pemberi rezki yang paling baik.
Al kisah, sudah sejak lama Abu Thalhah memperhatikan pekerja tetangga kebunya, seorang Budak . abu Thalhah adalah seorang yang kaya pada zamannya. Iabanyak memiliki perkebunan. Salah satunya adalah kebun yang lokasinya bersebelahan dengan kebun di mana si budak itu bekerja. Kebun majikan si budak itu tidak seluas milik Abu Thalhah , karena upahnya pun sangat sedikit, hanya tiga potong roti per hari. Budak ini menjalani hidupnya dengan iklash dan keimaman yang tinggi akan kemurahan Tuhannya. Baginya tidak ada alsan untuk memperotes kemalangan hidup dan minimnya upah yang diterima.
 Ia memandang lebih banyak kemurahan Tuhan dalam bentuk lain yang mesti ia syukuri. Panca indera yang lengkap, dan masih bisa bernafas saja, sudah merupakan nikmat yang tidak mampu dibayarnya. Ia selalu merasa bahwa amalnya t idak berarti apa-apa dibandingkan kemurahan-Nya. Pada suatu ketika, si budak ini mendapat seekor anjing menjulurkan lidahnya, tanda kelaparan. Demi melihat anjing ini, ia memberikan satu dari pertiga potong roti di genggemannya. Namun setelah roti itu di berikan, anjing itu masih mengibaskan ekornya, maka diberikan lagi sepotong roti yang lain.
Bahkan sepotong roti yang terakhir pun lagi-lagi di berikan kepada anjing tersebut hingga kenyang dan berlalu di hadapannya.
Abu thalhah yang memang sudah lama memperhatikan si Budak itu, menjadi tertegun menyaksikan apa yang dilihatnya. Ia tahu bahwa upah si budak ini hanya tiga potong roti tersebut, tidak ada yang lain. Namun, kemudian ia lebih rela bila si anjing yang memakan roti upah dari kerjanya. Karena penasaran akhirnya Abu Thalhah bertanya pada si budak “Sadarkah engkau apa yang telah engkau lakukan ?” “Sadar” jawab Sang budak “Adakah upah yang lain di berikan oleh ?” Tanya Abu Thalhah lagi “Upahku hanyalah yang tuan Liat” kemudian Abu Thalhah kembali bertanya “Apakah kamu merasa tidak khawatir tidak mendapat makanan ?” saya tidak khawatir ada upah lain dari Tuhanku. Saya yakin tuhan saya akan memperhatikan saya,” jawab si budak dengan penuh keyakinan. “Terus  apa kamu tidak merasa menyesal nanti ?” cecar Abu Thalhah . Si budak menjawab ,”untuik apa saya harus menyesal ”
Tahulah si budak bahwa Abu Thalhah memperhatikan perilakunya terhadap anjing tersebut. Kini ia merasa Abu Thalhah sedang mencari tahu. Namun sungguh karena kurangnya pemahamannya ia tidak tahu apa maksud dari Abu Thalhah. Jawabanya benar-benar tulus dari hatinya yang bersih. Setelah setelah berbincang-bincang Abu Thlahah meminta ditunjukkan rumah majikan si budak . sesampainya di rumah sibudak tersebut Abu Thalhah bertanya “apakah kebun tersebut di jual?” asalkan cocok harganya jawab si pemilik kebun.
Singkat cerita kebun tersebut berpindah tangan menjadi kebunnya Abu Thalhah. Abu Thalhah. Menghadiahkan kebun tersebut kepada si Budak. Kini jadilah si budak tersebut pemilik baru kebun tersebut.
Sungguh, tidak sedikit orang yang selalu mengharap hasil yang akan di terima sebelum bersedia melakukan suatu pekerjaan. Kebanyakan mereka tidak mau bertindak sebelum jelas hasilnya. Hal ini adalah kultur hubungan antara buruh dengan majikan, di mana setiap jam yang di berikan oleh buruh harus dig anti dengan sejumlah upah yang telah di sepakati. Cara berfikir seperti ini telah tertanam begitu dalam. Padahal sebenarnya siapa yang yang menabur pasti dia yang menuai.
Barang siapa yang menanam pasti akan mengetam seperti qalam arabi man yazra’ yahsud . siapapun anda jika anda jika menanam padi pasti akan tumbuh padi, menanam jagung akan tumbuh jagung. Sebaliknya jangan bermimpi tumbuh padi, ketika anda menanam rumput.
Adagium ini sudah sangat popular, yang intinya memuat pesan moral: pikirkan dan kerjakan segalah sesuatu yang baik, maka segalah sesuatu yang(semesta) yang baik akan mengikutinya. Tanam dan taburkan kebaikan dimana saja dan kepada siapa saja dengan ikhlas, tampa harus berharap imbalan. Termasuk kebaikan berkarya dan bekerja kepadaperusahaan, pertanian, perkebunan,atau tempat-tempat lain yang merupakan tempat kita mengabdi selama ini.karena tuhan tidak tidur, maha melihat,maha adil dan maha bijaksana.
Karya, pemberian, pertolongan , atau yang sejenisnya  sebagai symbol tangan di atas yang dilakukan dengan tulus (ikhlas) sering diartikan karya tampa perlu berharap imbalan dan balasan, kecuali hanya bergantung dan berharap kepadanya. Tidak salah kalau kerja profesipnal itu di rumuskan segabai kerja ikhlas , kerja cerdas, dan kerja berkualitas agar hasil kerja tuntas.
Dengan sendirinya hokum aksi min reaksi akan berjalan dengan sendirinya . “pada hari ini setiap jiwa mendapat balasan menurut usahanya. Hari ini tidak ada yang di rugikan. Allah sungguh cepat membuat perhitungannya (QS.Al-Mu’min [40] : 17)
Semoga Buletin ini dapat memberi manfaat untuk para pembaca setia bulletin SC Ar Riyadhoh BEM FIK UNM

Pelindung/penasehat: Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina: Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc M.Pd.I Penanggung jawab: Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM dan Ketua Depertemen Informasi Dan Komunikasi Editor :  Kaharuddin

Read More
KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QADAR,  TANDA-TANDA, DAN WAKTUNYA 007

KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QADAR, TANDA-TANDA, DAN WAKTUNYA 007



Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr
Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia..
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin..

Malam Lailatul Qadar adalah malam mulia yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan (30.000x malam biasa):“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [QS Al Qadar: 1 - 5].
Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya ayat Al Qur’an) di atas adalah: Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fisabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr: 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama seribu bulan itu.(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Al Wahidi, yang bersumber dari Mujahid)Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa di kalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang suka beribadah malam hari hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu dilakukannya selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr : 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada amal seribu bulan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dari Bani Israil tersebut(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid).Para sahabat kagum dan iri karena lelaki Bani Israel tersebut selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan) selalu beribadah dan berjihad kepada Allah karena sejak lahir dia sudah berada di atas agama yang lurus. Sedang para sahabat karena ajaran Islam baru disyiarkan Nabi, banyak yang masuk Islam pada umur 40 tahun atau lebih. Sehingga sisa waktu mereka hanya 20-30 tahun saja. Tak bisa menandingi ibadah lelaki dari Bani Israel tersebut.Karena itulah turun ayat di atas. Jika ummat islam beribadah pada malam tersebut, niscaya pahalanya sama dengan pahala 1000 bulan. Karena itu perbanyaklah shalat, dzikir, doa, membaca Al Qur’an, bersedekah, dan berjihad di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar.
Kapan Malam Lailatul Qadar itu Terjadi?
Malam Lailatul Qadar terjadi pada 1 malam ganjil pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan (malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29):Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan:
Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” [HR Bukhari dan HR Muslim]Jika berat mencari pada 10 malam terakhir, coba cari pada 7 malam terakhir:Dari Ibnu Umar ra bahwa beberapa shahabat Nabi SAW melihat lailatul qadr dalam mimpi tujuh malam terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir.” Muttafaq Alaihi.Kenapa mencari malam Lailatul Qadar pada 10 atau 7 hari terakhir (ganjil/genap)? Kenapa tidak 5 hari ganjil yang terakhir saja? Saat ini banyak kelompok masih berbeda penetapan 1 Ramadhan. Ada yang misalnya tanggal 1 bulan X Masehi. Ada pula yang tanggal 2. Jadi tidak jelas mana yang ganjil dan yang genap. Lebih aman kita tetap giat di 10 malam terakhir entah itu ganjil/genap. Dari Muawiyah Ibnu Abu Sufyan ra bahwa Nabi SAW bersabda tentang lailatul qadar: “Malam dua puluh tujuh.” [Abu
Daud]Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.” [HR Bukhari]
Apa Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar?
Dari Ubay ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR Muslim 762).Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), “Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah (setengah bejana).” (HR Muslim 1170)Dan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah SAW:
“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)
Bagaimana Cara Mengisi Malam Lailatul Qadar?
Nabi Muhammad ber-i’tikaf (tinggal di masjid) pada 10 malam terakhir: Aisyah r.a. berkata, “Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau.” [HR Bukhari]
Di masjid beliau shalat wajib dan sunnah, membaca Al Qur’an, berzikir, berdo’a, dan sebagainya.
Nabi biasa melakukan shalat sunnat malam (Tarawih) pada bulan Ramadhan:Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.” [Hr Bukhari]
Doa Malam Lailatul Qadar:
Dari ‘Aisyah ra bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: “bacalah:
Doa Malam Lailatul Qadar
(artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).” Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud.
Ciri-ciri Orang yang Mendapat Malam Lailatul Qadar
Ciri-ciri dari orang yang mendapat Malam Lailatul Qadar adalah dia ibadahnya lebih rajin daripada sebelumnya. Dia jadi lebih rajin shalat, puasa, sedekah, dsb.
Tidak berani mengerjakan hal-hal yang maksiat. Tidak mungkin dia mabuk-mabukan, berjudi, atau pun berpacaran/mendekati zina.
Semoga Buletin ini dapat memberi manfaat untuk para pembaca setia bulletin SC Ar Riyadhoh BEM FIK UNM
Pelindung/penasehat: Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina: Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc M.Pd.I Penanggung jawab: Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM dan Ktua Depertemen Informasi Dan Komunikasi Editor : Kaharuddin

Read More

Facebook

LightBlog

About Me

Flexible Home Layout

Tabs

BERJUANG SEBAGAI KHALIFAH 010

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia.. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin....

Main menu section

Sub menu section

Cari Blog Ini

Elegant Themes

Responsive Ads Here

Featured

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Header Ads

Text Widget

Kontributor

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Powered By Blogger

Translate

Advertisement

Follow Us

Random News

Business

Hot in week

Page

Side Ads

Comments

Footer Ads

Connect Us

Recent

Top Ads

Popular Posts

Popular Posts