MASA MUDAMU UNTUK APA KAMU GUNAKAN 002
Assalamu‘alaikumWarahmatullahiWabarakatuh
Pembaca bulletin Ar-riyadhoh Yang setia..Semogakitatetap
dalamlindungan Allah subhanahu wata’ala. Aamiin.
Masa Mudamu,
Untuk Apa Kamu Gunakan?
Masa muda merupakan masa pertumbuhan
fisik dan kekuatan seorang manusia. Ini merupakan salah satu nikmat dari Allah
yang sangat besar dan seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh
manusia untuk beribadah dan beramal kepada Allah SWT dan khususnya seorang
pemuda.
Ketahuilah kawan, bahwa masa muda
merupakan nikmat yang besar dari Allah, maka dari itu, nikmat yang besar yang
Allah berikan kepada kita semua suatu saat nanti dihari kiamat manusia akan
dimintai pertanggungjawaban akan nikmat
itu dan nikmat-nikmat yang lainnya. Sebagaimana Sabda Rasulullah: “tidak
akan bergeser kaki seorang manusia dari sisi Allah pada hari kiamat (nanti),
sampai dia ditanya tentang lima (perkara): tentang umurnya, untuk apa
dihabiskan ?. Tentang masa mudanya, untuk apa digunakan ? Hartanya, dari mana
diperoleh dan kemana dibelanjakan ? Ilmunya, bagaimana dia amalkan ilmunya ?”
(HR. Tirmidzy: 2416).
Maka dari itu hendaklah kita sebagai
seorang pemuda mengisi masa muda kita dengan ketaatan dan ketakwaan kepada
Allah, memang sulit, karena masa muda kebanyakan didominasi oleh syahwat dan
godaan syeitan. Imam Abul ‘Ula al-Mubarakfuri berkata, “(dalam hadits ini)
Rasulullah menyebutkan “seorang pemuda” secara khusus, karena usia muda adalah
masa yang berpotensi besar untuk didominasi nafsu syahwat, disebabkan kuatnya
faktor yang mendorong untuk mengikuti hawa nafsu pada diri seorang pemuda. Maka
dalam kondisi seperti ini untuk berkomitmen dalam ibadah (ketaatan) kepada
Allah tentu lebih sulit dan ini menunjukkan kuatnya nilai ketakwaan dalam diri
orang tersebut). (kitab Tuhfatul Ahwadzi 7/57).
Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut
bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah dan akhirnya bertemu dengan Umar
ra dan Ali bin abi Thalib.
Saat itu Khalifah Umar r.a.
berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais,
untuk jaminan hidupnya. bukannya
menerima Namun ternyata, Uwais menolak
dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon supaya hari ini saja
hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini
tidak diketahui orang lagi”.
Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar
kalau Uwais al-Qorni telah meninggal dunia. Anehnya, pada saat
dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang tak dikenal yang
berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa
Dalam
kondisi yang seperti ini, tentu saja peluang untuk terjerumus ke dalam
kemaksiatan dan kesesatan yang dibisikkan oleh syetan sangat besar, apalagi
Iblis yang telah bersumpah di hadapan Allah SWT bahwa dia akan menyesatkan
manusia dari jalan-Nya dengan semua cara yang mampu dilakukannya, tentu dia
tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Allah Ta’ala
berfirman, artinya “Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya
tersesat, saya benar-benar akan (menghalangi-halangi) manusia dari jalan-Mu
yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang
mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati
kebanyakan mereka bersyukur (taat)” (QS al-A’raaf: 16-17).
Di sinilah
Allah Ta’ala memberikan ujian kepada kita sampai dimana takaran keimanan kita
kepadanya dalam menjalangkan segala perintahnya dan menjahui segala laranganya,
sebagai seorang pemuda generasi yang akan menjadi pondasi dan menopang masa
depan yang akan datang. Oleh karena itu banyak ayat suci al-Qur’an dan hadits
Rasulullah SAW yang menjadi pedoman untuk kita untuk menjadi para pemuda yang
selalu taat dan bertakwa kepada Allah ‘azza Wa jalla.
Apakah
engkau tidak ingin menjadi salah satu pemuda
yang mendapat naungan dari Allah di hari kiamat kelak??
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rosul Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Tujuh
golongan manusia yang Allah akan menaungi mereka dibawah naungan-Nya, di masa
tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh
dalam ibadah kepada Allah, laki-laki yang hatinya terpaut di masjid, dua orang
yang saling mencintai karena Allah; berjumpa dan berpisah karena-Nya, seorang
laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang perempuan yang terpandang dan
cantik, kemudian ia berkata, “sungguh aku takut kepada Allah”, orang yang
bersedekah dengan suatu sedekah kemudian ia menyembunyikannya, hingga tangan
kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan orang
yang mengingat Allah saat sendirian lalu air matanya mengalir.” (HR
al-Bukhari (no. 1357) dan Muslim (no. 1031).
Dalam hadits
yang agung ini menunjukan bahwa besarnya keutamaan seorang pemuda dalam islam
yang selalu berusaha menundukan hawa nafsunya dan senantiasa menjalankan
ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Ta'ala dan menjauhi segala perbuatan-perbuatan
maksiat.
Syaikh
Salim al-Hilali menjelaskan hadits ini tentang salah satu kriteria pemuda yang tumbuh dalam ibadah
kepada Allah, "Keutamaan
pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah, sehingga dia selalu menjauhi
perbuatan maksiat dan keburukan”. (Kitab Bahjatun naazhiriin (1/445).
Dalam hadits yang lain, Rasulullah
shalallahu alaihi wa sallam bersabda;
إنّ الله عزّ و جلّ ليعْجب من الشّا بّ ليْستْ له صبْوة
"Sesugguhnya Allah 'azza wa jalla benar-benar
kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki
shabwah".
Dalam kitab Faidhul Qadiir (2/263), terdapat
tafsir dari hadits ini tentang maksud dari pemuda yang tidak memiliki shabwah yaitu, "Pemuda yang tidak mengikuti dan
memperturutkan hawa nafsunya, melaingkan dengan dia membiasakan diri untuk
melakukan perbuatan perbuatan kebaikan (berdasarkan al-qur'an dan as-sunnah)
dan berusaha keras untuk menjauhi keburukan (yang bertentangan dengan al-qur'an
dan as-sunnah)."
Inilah sosok
pemuda muslim yang dicintai oleh
Allah Ta’ala yang pandai mensyukuri
nikmat besar yang Allah anugrahkan kepadanya, serta mampu berjuang untuk
menundukkan hawa nafsunya pada saat-saat tarikan hawa nafsu yang sedang kuat-kuatnya
menjerat seorang manusia. Ini tentu merupakan suatu hal yang sangat sulit dan
berat untuk dihindari, maka wajar jika kemudian hari Allah Ta’ala memberikan
balasan pahala yang sangat besar.
syaikh al-‘Utsaimin menjelaskan
sebab-sebab yang harus ditempuh untuk memperbaiki ahklak para pemuda
berdasarkan petunjuk agama Islam di antaranya adalah:
1. Memanfaatkan waktu luang secara maksimal. Waktu
luang bisa menjadi penyakit yang membinasakan pikiran, akal dan potensi fisik
manusia, karena diri manusia harus beraktifitas dan berbuat. Jika diri manusia
tidak beraktifitas maka pikirannya akan beku, akalnya akan buntu dan aktifitas
dirinya akan lemah, sehingga hatinya akan dikuasai bisikan-bisikan pemikiran
buruk, yang terkadang akan melahirkan keinginan-keinginan buruk. Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua nikmat (dari Allah Ta’ala) yang
kurang diperhatikan oleh banyak manusia (yaitu) kesehatan dan waktu luang”.
2. Memilih teman bergaul yang baik. Hal ini sangat
mempengaruhi akal, pikiran dan tingkah laku seorang pemuda. Olehnya itu
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya,
maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya”.
Oleh karena itu, hendaknya seorang pemuda berusaha mencari teman bergaul
orang-orang yang baik dan shaleh serta berakal, agar dia bisa mengambil manfaat
dari kebaikan, keshalehan dan akalnya.
Semoga
kita menjadi sosok pemuda yang selalu taat, beriman dan bertakwa kepada Allah
SWT, serta Allah senantiasa memberikan naunganya kepada kita semua dimana pada masa itu tidak ada
naungan kecuali naungan-Nya. Aamiin…
Pelindung/penasehat:Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes.
Pembina:
Dr. H. Muhammadong
S.Ag.,M.Ag dan
Dr.
H. Amri Rahman Lc M.Pd.I
Penanggung
jawab: Ketua Umum Study Club Ar-riyadhoh FIK UNM dan Ketua
Depertemen Informasi Dan Komunikasi Dan Dakwah.
Penulis: AKBAR
(untuk kritik dan sarannya bisa melalui
No.Hp 085298527223)
0 Response to "MASA MUDAMU UNTUK APA KAMU GUNAKAN 002"
Posting Komentar