MANAJEMEN WAKTU ALA RASULULLAH MUHAMMAD SAW 006
Sering kali kita kewalahan mengatur waktu.
Buktinya, produktivitas kita tak sebanding dengan keleluasaan waktu yang Tuhan
berikan. kita lebih sering menyesali keterlambatan dan kekurang cermatan dalam
mengatur waktu kita dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan. Oleh karenanya marilah
kita sejenak meluangkan waktu untuk belajar kepada seseorang yang mendapat
predikat Orang Paling Sukses No. 1 Di Dunia Dalam Manajemen Waktu. Siapakah
dia? Dialah, Rasulullah, Muhammad SAW, orang paling sukses dalam hal manajemen
waktu. Berikut ini adalah 4 tips manajemen
waktu yang terinspirasi oleh hadits Rasulullah SAW seperti yang diriwayatkan
oleh Ibnu Umar.
1.Milikilah mentalitas pengembara atau perantau
Jalanilah waktu seolah-olah Anda
adalah seorang yang sedang merantau. Waktu Anda begitu terbatas. Anda berada di
tempat orang lain, harus segera pulang dengan membawa kabar baik dan oleh-oleh
yang menyenangkan buat keluarga. Hidup adalah merantau Maka buatlah daftar,
jadwal dan target yang jelas dan tegas untuk segala aktifitas Anda.
2.Milikilah sikap penyebrang jalan
Anda harus menyebrang untuk segera
untuk melanjutkan perjalanan. Mata Anda harus selalu waspada lihat kiri kanan.
Pendengaran Anda harus siaga menangkap arah suara kendaraan. Begitu jalanan
lengang, segera menyebrang, waktu Anda sangat singkat. Terlambat sebentar saja,
kesempatan itu hilang, jadi pergunakanlah kesempatan itu dengan baik,karena
kalau tidak anda akan ketinggalan ataukah celaka tertabrak kendaraan. Maka
biasakanlah berpikir cepat, mengambil keputusan secara cepat, dan belajar
dengan cepat.Sebagaimna Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh (HR. Hakim).
"Pergunakanlah
lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain. Pertama, masa hidupmu
sebelum datang kematianmu. Kedua, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu.
Ketiga, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Keempat, masa mudamu sebelum
datang masa tuamu. Kelima, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu." (HR.
Hakim).
3.Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan
Menunda-nunda pekerjaan adalah meninggalkan atau menghentikan pekerjaan dan
akan dilakukannya lain kali. Menurut psikolog kawakan Profesor Clarry Lay,
seorang penulis terkemuka di bidang ini, kebiasaan suka menunda-nunda terjadi
ketika ada “kesenjangan antara perilaku yang diinginkan dan perilaku yang
sedang dijalankan Pekerjaan sore hari, selesaikan di sore hari. Pekerjaan pagi
selesaikan pagi hari. Tidak ada sore dan pagi yang sama dalam satu hari.
Menunda pekerjaan sesungguhnya sama dengan menumpuk beban. Saat menunda pekerjaan
Anda mungkin berpikir ingin menikmati suasana santai dan tenang, padahal
sebenarnya Anda sedang menabung kesibukan yang nanti lelahnya tidak akan
terobati oleh santai sesaat itu.
Setiap orang akan memiliki alasan
untuk menunda sebuah pekerjaan atau menyelesaikan pekerjaan. Ada satu alasan
yang bisa diterima, yaitu ada pekerjaan
lain yang jauh lebih penting dan mendesak. Rasulullah saw pun
menganjurkan kita untuk selalu menyelesaikan pekerjaan sampai akhir:
Jangan mengagumi amal perbuatan sampai ia menyelesaikan yang
terakhir. (HR.
Ath-Thabrani dan Al Bazzar)
tekun
melakukannya. Meski
sedikit, lakukan setiap hari. Ini adalah manajemen waktu ala Rasulullah saw. Sederhana, tetapi sudah terbukti ampuh.
Lihatlah pencapaian besar yang beliau dapatkan dalam waktu 23 tahun.
4.Manfaatkan kesempatan sekecil apa pun untuk kebaikan
Seseorang tidak akan tahu apakah dia
akan hidup sampai sukses, impiannya tercapai, sampai pensiun atau kaya raya.
Karena ajal itu hanya Allah-lah yang mengetahuinya, dan setiap manusia pasti
akan menemuinya walaupun dia melakukan berbagai upaya untuk menghindarinya.
Jadi lakukanlah apa yang bias anda lakukan hari ini karena kita tidakbisa
menjamin bahwa kita besok masih bias melakukannya sebagaimana Allah SWT
Berfirman dalam surat Luqman ayat 34
“Dan tiada yang dapat mengetahui
(dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang
dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)
Penundaan sesuatu harus ditempatkan
pada perkara-perkara dunia dan tidak boleh ditempatkan pada amal ibadah, amal
ibadah yang paling disukai oleh Allah SWT adalah amalan-amalan yang langgeng
dan berkesinambungan seperti sabda Nabi :
Amalan-amalan yang paling disukai
Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari).
Semoga bermanfaat dan selamat
menjadi penakluk waktu,,,,!!!
Assalamu alaikum warahmatullahi
wabarakatu
Pelindung/penasehat:
Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina: Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc
M.Pd.I Penanggung jawab: Ketua
Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM Kaharuddin dan Ketua Depertemen
Informasi Dan Komunikasi Mulyadi. Penulis
: Irzan
0 Response to "MANAJEMEN WAKTU ALA RASULULLAH MUHAMMAD SAW 006"
Posting Komentar