BELAJAR ILMU SABAR 009
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr
Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia..
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin..
Dalam edisi ini kami mencoba menginspirasi dan menggugah jiwa
para pembaca setia buletin Ar-Riyadhoh dengan memetik makna dari sebuah kisah bagaimana belajar
menjadi orang yang Sabar
Al kisah dalam dunia Sufi, Seorang
sekh tidak menerima seorang murid dengan segera. Jalan sufi memerlukan
kesabaran, ketulusan, keteguhan dan kepatuhan. Seorang pemuda bernama Syibli
datang kepada Junayd (Guru) dan memohon untuk menjadi muridnya. Syibli adalah
seorang gubernur wilayah penting di Persia. Dan ia meninggalkan kedudukannya
untuk menjadi murid tasawuf. Ia berkata pada junayd “Anda telah di kenal
sebagai orang yang ahli mutiara (Kearifan) mohon berikanlah satu kepadaku.”
Junayd menjawab “Anda tidak akan mampu membelinya jika aku menjualnya dan jika
aku memberi secara Cuma-Cuma maka anda tidak akan menyadari nilainya . anda
harus melakukan apa yang harus aku lakukan , menyelam ke kedalaman lautan dan
tunggulah dengan
sabar. Hingga anda menemukan mutiara
sendiri.” Syibli bertanya apa yang harus aku lakukan untuk menjadi muridmu.
Junayd meminta agar menjual belerang selama satu tahun, ketika Syibli kembali,
Junayd berkata pekerjaanya hanya memberinya kemasyuran dalam berdagang, dan
sekarang dia harus mengemis selama satu tahun, Syibli kembali dan sekarang kau
menyadari nilai dirimu sendiri. Kau telah melihat bahwa kamu sama sekali tidak
berharga di dalam pandangan orang lain. Kembalilah ke daerah asalmu dan minta
maaflah kepada orang-orang yang telah kau perintah selama kau menjadi gubernur.
Syibli berjalan dari rumah ke rumah
hingga tersisa satu rumah. Ia terus berusaha mencari, tetapi ia tidah dapat
menemukan orang tersebut. Akhirnya Syibli kembali dengan membagikan seratus
ribu dirham untuk didermakan, tetapi tetap saja ia tidak memperoleh ketenangan.
Setelah empat tahun, Syibli kembali kepada Junayd. Syek tersebut menunjukkan
bahwa jejak-jejak kemegahan dan kebanggaan masih tinggal di dalam dirinya,
sehinggah junayd menyuruhnya untuk kembali mengemis selama satu tahun. Setiap
hari Junayd membawa hasil dari mengemis kepada Junayd, dan junayd memberikannya
kepada orang-orang miskin. Setelah satu tahun junayd menerima Syibli sebagai
muridnya. Ia kemudian menyuruhnya untuk melanyani darwis lainnya. Setelah satu
tahun pelayanan ini, Junayd bertanya kepada Syibli apa yang kini engkau
pikirkan tentang dirinya “Aku merasakan
diriku sebagai ciptaan Allah yang terkecil
”Sekarang” imanmu telah sempurna.
Junayd
telah memberikan obat tersulit untuk menghilangkan segala kecenderungan untuk
bangga dan sombong di dalam diri Syibli . memakan waktu bertahun-tahun bagi
Syibli untuk membebaskan dirinya dari sifat ini, tetapi Syibil akhirnya menjadi
salah satu guru Sufi besar.
Mengatakan
“bersabarlah“ barangkali tidaklah
sulit. Namun untuk memperaktekan ilmu sabar tidak semudah apa yang kita
katakan. Justru yang sering kita jumpai adalah orang-orang yang mengatakan .”Sekarang kesabaran saya sudah habis ” orang
seperti ini berarti belum menemukan ilmu
sabar. Sabar itu tidak terbatas
Lihatlah
Syibli agar bisa diterima sebagai muridnya Junayd dengan harapan agar
mendapatkan mutiara (Kearifan) ia
harus rela menanggalkan jabatannya sebagai gubernur. Apakah setelah itu ia
langsung di terima sebagai muridnya Junayd? Ternyata masih belum ia harus
mengemis selama satu tahun. Coba bayangkan jika posisi anda sekarang menjabat
sebagai gubernur lalu mengemis ? mungkin anda mengatakan “Mau ditaruh di mana
Muka Saya bukan !” tidak cukup sampai di situ Syibli pun harus meminta maaf
kepada orang-orang yang telah mereka perintah selama menjabat sebagai gubernur.
Ini ia lakukan selama empat tahun. Apa sudah cukup kesabaran Syibli ? ternyata
belum karena ada salah seorang yang ia cari belum ketemu. Akhirnya ia di suruh
lagi untuk mengemis selama satu tahun oleh junayd. Setelah diterimanya pun
terlebih dahulu Syibli harus melayani para dawis setelah itu barulah ia di
terima sebagai murid junayd yang sejati Akhirnya Syibli telah berhasi menjalani
Ilmu
Sabar dan Imannya telah Sempurna. Hinggah pada akhirnya syibli di kenal
sebagi salah satu guru sufi yang paling masyhur.
Dan sungguh akan kami berikan cobaan
kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan
buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(QS . Al Baqarah 2]155)
Jadi jika selama ini anda sudah
menjadi orang yang paling sabar sebaiknya bekacalah pada Syibli. Renungkan
wasiat junayd. Bencana merupakan pelita bagi kaum makrifat penggugah bagi orang
yang menghendaki jalan Allah SWT. Rehabilitas bagi orang yang beriman dan
Kehancuran bagi mereka yang lupa. Seseorang tidak akan dapat menemukan manisnya
keimananan sampai datang kepadanya suatu bencana dan dia ridho dan sabar.
Semoga Buletin ini dapat memberi
manfaat untuk para pembaca setia bulletin SC Ar Riyadhoh BEM FIK UNM.
Pelindung/penasehat:
Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina: Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc
M.Pd.I Penanggung jawab:
Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM dan Ketua Depertemen Informasi
Dan Komunikasi Editor : Kaharuddin
0 Response to "BELAJAR ILMU SABAR 009"
Posting Komentar