ALLAH TIDAK MENGUBAH KEADAAN SUATU KAUM SEBELUM MEREKA MENGUBAH APA YANG ADA PADA DIRI MEREKA SENDIRI 003



Ada seorang murid yang mengeluh pada seorang guru terhadap persoalan yang sedang dihadapinya. Setelah mengadukan persoalannya dengan detail pada sang guru, guru itupun mengerti tentang masalah yang sedang menimpanya, dan guru itu pun menyuruh murid itu mengambil segelas air, sebuah sendok dan segenggam garam. “tolong ambilkan air segelas, sendok the, dan segenggam garam.” Kata sang guru. Segelas air segenggam garam, dan sendok teh itupun di ambil oleh sang murid. Setelah didapatkannya murid itupun di suruh oleh sang guru untuk meletakkan garam ke dalam di depan guru sambil duduk berhadapan . “sekarang coba kau taruh garam ke dalam itu ke dalam segelas air ini, lalu kamu aduk dengan sendok yang ada di tanganmu itu” Pinta sang guru . murid itupun mengaduk segelas air yang sudah berisi garam tadi dengan sendok tersebut dengan semangat. Tak lama kemudian , guru itupun berbicara padanya” Cukup. Sekarang setelah kau aduk garam yang ada di dalam segelas air itu, coba kau cicipi rasa air itu” Murid itupun akhirnya mencicipinya “Apa yang kamu rasakan?” Tanya sang guru. “Waduh asin sekali tuan guru,” ucap sang murid sambil mengomat amit mulutnya karena ke asinan setelah mencoba air tersebut.
Setelah itu, kemudian sang guru menyuruh murid itu mengambil segenggam garam lagi. “Tolong ambilkan segenggam garam lagi,” Perintah sang guru. “buat apa lagi, tuan guru?” Tanya sang murid penasaran. Ambil saja dulu nanti jawabanya. Tegas sang guru meyakinkan sang murid.sebagai seorang yang meninginkan masalahnya cepat selesai , menurut saja apa titah sang guru. Setelah segenggam garam itu di ambil, guru itu mengajak muridnya pergi ke kolam. Setelah tiba di kolam gurupun berkata pada sang murid. “sekarang coba kau taruh segenggam garam itu lalu kau aduk dengan sekuat tenagamu!” kata sang guru.
Murid itupun semangat sekali mengaduk-aduk kolam yang tercampur dengan segenggam garam itu. Setelah sekian lama mengaduk-aduk sekarang kau berhenti dan coba kau cicipi rasa air kolam ini!. “Tak ada rasa tuan guru” coba kau cicipi sampai tiga kali!. Tetap tak ada rasa asin , air ini tetap tawar tuan guru,” kata sang murid yang meneguhkan pengalamannya itu.
“Begitulah juga dirimu anakku. Air itu adalah ibarat hatimu segenggam garam adalah masalah yang sedang menimpamu, sendok atau tanganmu yang mengaduk itu adalah sebabnya, dan rasa asin atau tawar adalah akibat. Jika hatimu hanya seluas segelas air, sedangkan masalahmu segenggam garam maka masalah tersebut akan kau anggap susah, sulit, tidak tenang dan gundah gulana dan seolah-olah tidak mungkin dapat diselesaikan. Namun sebaliknya, jika hatimu seluas kolam, seperti apapun masalahnya hatimu akan tenang, kamu bisa menyelesaikannya dengan baik, mengantisipasinya dengan arif dan bijaksana, dan kamu bisa menghadapinya dengan senyuman indah “urai guru yang sangat berharga yang akhirnya dapat mengubah paradigm murid tersebut, sehingga mengalami pencerahan.
Nah coba kita perhatikan cerita di atas, ternyata susah tidaknya dalam menyelesaikan masalah jika hati kita, pikiran kita masih sempit sesempit segelas air yang dituangkan dengan segenggam garam masalah. Hati yang sempit berarti hati yang tidak terbuka, kebenaran yang di pandangnya menurut kebenaran hawa nafsu saja. Bukan kebenaran sebagaimana mestinya. Kalau hati sudah tertutup berarti agak susah menerima cahaya, kalau hati tidak mendapat cahaya maka hati itu akan gelap.
“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu sendiri yang mengubahnya .” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11) ayat ini menggambarkan bahwa jika nasib anda ingin berubah menjadi orang yang bahagia, maka, anda harus bisa mengatasinya sendiri dengan paradigma yang benar dan hati yang tenang dan terbuka cobalah bersikap terbuka dalam menghadapi semua masalah dan. Perubahan itu di awali dengan niat di lafazkan dengan lisan dibuktikan dengan komitmen dan dilakukan dengan usaha yang tak mengenal kata putus asa.
Pelindung/penasehat : Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina : Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc M.Pd.I Penanggung jawab : Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM,  Kaharuddin, Pimpinan redaksi : Ketua Depertemen Informasi Dan Komunikasi, asrul,  Korlip : mulyadin, Reporter/redaktur : Muh. Agus, Editor : Irzan.
           

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ALLAH TIDAK MENGUBAH KEADAAN SUATU KAUM SEBELUM MEREKA MENGUBAH APA YANG ADA PADA DIRI MEREKA SENDIRI 003"

Posting Komentar