BERJUANG SEBAGAI KHALIFAH 010



Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr
Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia..
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin..
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para
malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan 
seorang khalifah di muka bumi….."
( QS Al Baqarah (2) : 30)


Di Negara kita, dikenal istilah demokrasi suatu pemerintahan yang dalam pembentukannya dijalankan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Artinya negeri ini terbentuk atas kesepakatan bersama yang idenya dari rakyat dan dalam pemerintahannya juga dikendalikan oleh rakyat serta tujuannya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Begitu pula dalam hubungan antara manusia dengan Tuhan, melakukan demokrasi yang saling mengikat janji dan kerjasama yang saling menguntungkan. Di mana Tuhan sebagai Penguasa Majelis Permusyawaratan Dunia Akhirat, sedangkan manusia sebagai eksektif (khalifah) di muka bumi ini, “ Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi ini…… ” (QS Fathir  (35): 39 ). Dengan menjalankan pemerintahannya dan dibantu oleh para menteri dan panglima hati nurani, akal, dan hawa nafsu. Manusia harus mengendalikan dan menjalankan serta mensejahterakan rakyatnya dari berbagai golongan, seperti mata, hidung, telinga, mulut tangan, kaki dan kepala. Kemudian pada akhir jabatannnya (meninggal) manusia harus melaporkan pertanggungjawabnya sebagai khalifah di Mahkamah Keadilan Sang Maha Adil, Allah SWT.
Al Kisah suatu hari sultan berjalan mengelilingi kota. Setiap orang membungkuk padanya kecuali seorang darwis tua. Sang darwis tetap duduk dan terus berzikir kepada tuhan sembari memutar tasbih. Sultan berhenti dan memanggil darwis itu agar menghampirinya.
“Mengapa kau tidak membungkuk padaku ketika orang-orang membungkuk?” Tanya sultan. Darwias tersebut menjawab, “Orang lain takut kepada kekuasaanmu dan menginginkan hartamu. Pantaslah mereka membungkuk padamu. Aku hanya takut pada Allah. Aku hanya mendambakan Anugrah-Nya untukku. Jadi tidaklah pantas aku membungkuk padamu”
Sang sultan merasa tersinggung tetapi darwis tersebut melanjutkan jawabannya, “Selain itu, seorang manusia yang bebas tidak boleh membungkuk pada seorang budak.” Wajah sultan memerah dan memucat karena marah. Para prajuritnya mulai menghunus pedang mereka.
Dengan tenang sang darwis menukas, “Anda tahu, anda masih menajdi budak dari kemarahan dan kehormatan anda sementara aku telah membebaskan diri dari dominasi egoku dan sifat hewaniku.” Sultan  kemudian menyuruh prajuritnya pergi. “Tinggalkan ia sendiri. Ia hamba Allah dan berada di luar Kekuasaanku.” Ketahuilah bahwa pemimpin tidak hanya seorang presiden, raja, sultan, atau hinggah ketingkat paling bawah ketua RT dan atau kepala rumah tangga. Memang semua jabatan ini adalah pemimpin. Hanya saja, sebelum kita menjadi pemimpin seperti di jelaskan di atas, kita harus tahu bahwa meskipun kita tidak menjabat sebagai presiden, menteri, gubernur, hingga ketua RT atau sebelum menikah sekalipun, agar menjadi kepala rumah tangga, seharusnya kita harus sadar bahwa kita semua adalah pemimpin bagi diri kita sendiri “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan kamu bertanggungjawab terhadap kepemimpinan itu.  Sabda Rasulullah.
Hal ini harus di camkan baik-baik. Kalau kita baik dalam memanage diri kita sesuai dengan tempatnya; dapat memimpin bagaimana agar hati kita tenang. Akal kita makin cerdas untuk menilai mana yang baik dan mana yang buruk, hawa nafsu kita terkendali serta di dukung oleh panca indera kita yang merupakan rakyat kita, paling tidak kita sudah berhasil memimpin diri kita dari dalam sebelum kita memimpin keluar dengan memegang jabatan di masyarakat.
Jika anda sudah memimpin diri anda dengan sebaik mungkin berarti anda dapat disebut sebagai “Khalifah  Tuhan –Wakil, Citra Tuhan—yakni mewakili sifat kebaikan Tuhan, seperti jujur (mewakili sifat Tuhan yang maha Jujur), kasih sayang (mewakili sifat Tuhan yang Maha pengasih dan Penyayang) dan sifat-sifat lainnya yang berjumlah 99 (Al Asmaul Husna)
Semoga Buletin ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca setia bulletin SC Ar Riyadhoh BEM FIK UNM
Dan akan lebih baik lagi jika anda memberi kesempatan kepada orang lain untuk membacanya.
Pelindung/penasehat: Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina: Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc M.Pd.I Penanggung jawab: Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM dan Ketua Depertemen Informasi Dan Komunikasi Editor :  Kaharuddin


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BERJUANG SEBAGAI KHALIFAH 010"

Posting Komentar