BERJUANG SEBAGAI KHALIFAH 010
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr
Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia..
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin..

Di Negara kita, dikenal istilah
demokrasi suatu pemerintahan yang dalam pembentukannya dijalankan dari rakyat
oleh rakyat dan untuk rakyat. Artinya negeri ini terbentuk atas kesepakatan
bersama yang idenya dari rakyat dan dalam pemerintahannya juga dikendalikan
oleh rakyat serta tujuannya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Begitu pula dalam hubungan antara
manusia dengan Tuhan, melakukan demokrasi yang saling mengikat janji dan
kerjasama yang saling menguntungkan. Di mana Tuhan sebagai Penguasa Majelis
Permusyawaratan Dunia Akhirat, sedangkan manusia sebagai eksektif (khalifah) di
muka bumi ini, “ Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi
ini…… ” (QS Fathir (35): 39 ). Dengan
menjalankan pemerintahannya dan dibantu oleh para menteri dan panglima hati
nurani, akal, dan hawa nafsu. Manusia harus mengendalikan dan menjalankan serta
mensejahterakan rakyatnya dari berbagai golongan, seperti mata, hidung,
telinga, mulut tangan, kaki dan kepala. Kemudian pada akhir jabatannnya
(meninggal) manusia harus melaporkan pertanggungjawabnya sebagai khalifah di
Mahkamah Keadilan Sang Maha Adil, Allah SWT.
Al Kisah suatu hari sultan berjalan
mengelilingi kota. Setiap orang membungkuk padanya kecuali seorang darwis tua.
Sang darwis tetap duduk dan terus berzikir kepada tuhan sembari memutar tasbih.
Sultan berhenti dan memanggil darwis itu agar menghampirinya.
“Mengapa kau tidak membungkuk padaku
ketika orang-orang membungkuk?” Tanya sultan. Darwias tersebut menjawab, “Orang
lain takut kepada kekuasaanmu dan menginginkan hartamu. Pantaslah mereka
membungkuk padamu. Aku hanya takut pada Allah. Aku hanya mendambakan Anugrah-Nya
untukku. Jadi tidaklah pantas aku membungkuk padamu”
Sang sultan merasa tersinggung
tetapi darwis tersebut melanjutkan jawabannya, “Selain itu, seorang manusia
yang bebas tidak boleh membungkuk pada seorang budak.” Wajah sultan memerah dan
memucat karena marah. Para prajuritnya mulai menghunus pedang mereka.
Dengan tenang sang darwis menukas,
“Anda tahu, anda masih menajdi budak dari kemarahan dan kehormatan anda
sementara aku telah membebaskan diri dari dominasi egoku dan sifat hewaniku.”
Sultan kemudian menyuruh prajuritnya
pergi. “Tinggalkan ia sendiri. Ia hamba Allah dan berada di luar Kekuasaanku.”
Ketahuilah bahwa pemimpin tidak hanya seorang presiden, raja, sultan, atau
hinggah ketingkat paling bawah ketua RT dan atau kepala rumah tangga. Memang
semua jabatan ini adalah pemimpin. Hanya saja, sebelum kita menjadi pemimpin
seperti di jelaskan di atas, kita harus tahu bahwa meskipun kita tidak menjabat
sebagai presiden, menteri, gubernur, hingga ketua RT atau sebelum menikah
sekalipun, agar menjadi kepala rumah tangga, seharusnya kita harus sadar bahwa
kita semua adalah pemimpin bagi diri kita sendiri “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan kamu bertanggungjawab
terhadap kepemimpinan itu.” Sabda Rasulullah.
Hal ini harus di camkan baik-baik.
Kalau kita baik dalam memanage diri kita sesuai dengan tempatnya; dapat
memimpin bagaimana agar hati kita tenang. Akal kita makin cerdas untuk menilai
mana yang baik dan mana yang buruk, hawa nafsu kita terkendali serta di dukung
oleh panca indera kita yang merupakan rakyat kita, paling tidak kita sudah
berhasil memimpin diri kita dari dalam sebelum kita memimpin keluar dengan
memegang jabatan di masyarakat.
Jika
anda sudah memimpin diri anda dengan sebaik mungkin berarti anda dapat disebut
sebagai “Khalifah Tuhan –Wakil, Citra
Tuhan—yakni mewakili sifat kebaikan Tuhan, seperti jujur (mewakili sifat Tuhan
yang maha Jujur), kasih sayang (mewakili sifat Tuhan yang Maha pengasih dan
Penyayang) dan sifat-sifat lainnya yang berjumlah 99 (Al Asmaul Husna)
Semoga Buletin ini dapat memberi
manfaat bagi para pembaca setia bulletin SC Ar Riyadhoh BEM FIK UNM
Dan akan lebih baik lagi jika anda
memberi kesempatan kepada orang lain untuk membacanya.
Pelindung/penasehat:
Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina: Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc
M.Pd.I Penanggung jawab:
Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM dan Ketua Depertemen Informasi
Dan Komunikasi Editor : Kaharuddin
0 Response to "BERJUANG SEBAGAI KHALIFAH 010"
Posting Komentar