SEMAKIN BERSYUKUR REZEKI SEMAKIN BERTAMBAH 008



Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr
Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia..
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin..
Dalam edisi ini kami mencoba menginspirasi dan menggugah jiwa para pembaca setia buletin Ar-Riyadhoh dengan memetik makna dari Surah AlMu’Minun (23): 72 ) yang artinya
‘’Atau kamu meminta rezeki kepada mereka?", Maka rezeki dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah pemberi rezki yang paling baik.
Al kisah, sudah sejak lama Abu Thalhah memperhatikan pekerja tetangga kebunya, seorang Budak . abu Thalhah adalah seorang yang kaya pada zamannya. Iabanyak memiliki perkebunan. Salah satunya adalah kebun yang lokasinya bersebelahan dengan kebun di mana si budak itu bekerja. Kebun majikan si budak itu tidak seluas milik Abu Thalhah , karena upahnya pun sangat sedikit, hanya tiga potong roti per hari. Budak ini menjalani hidupnya dengan iklash dan keimaman yang tinggi akan kemurahan Tuhannya. Baginya tidak ada alsan untuk memperotes kemalangan hidup dan minimnya upah yang diterima.
 Ia memandang lebih banyak kemurahan Tuhan dalam bentuk lain yang mesti ia syukuri. Panca indera yang lengkap, dan masih bisa bernafas saja, sudah merupakan nikmat yang tidak mampu dibayarnya. Ia selalu merasa bahwa amalnya t idak berarti apa-apa dibandingkan kemurahan-Nya. Pada suatu ketika, si budak ini mendapat seekor anjing menjulurkan lidahnya, tanda kelaparan. Demi melihat anjing ini, ia memberikan satu dari pertiga potong roti di genggemannya. Namun setelah roti itu di berikan, anjing itu masih mengibaskan ekornya, maka diberikan lagi sepotong roti yang lain.
Bahkan sepotong roti yang terakhir pun lagi-lagi di berikan kepada anjing tersebut hingga kenyang dan berlalu di hadapannya.
Abu thalhah yang memang sudah lama memperhatikan si Budak itu, menjadi tertegun menyaksikan apa yang dilihatnya. Ia tahu bahwa upah si budak ini hanya tiga potong roti tersebut, tidak ada yang lain. Namun, kemudian ia lebih rela bila si anjing yang memakan roti upah dari kerjanya. Karena penasaran akhirnya Abu Thalhah bertanya pada si budak “Sadarkah engkau apa yang telah engkau lakukan ?” “Sadar” jawab Sang budak “Adakah upah yang lain di berikan oleh ?” Tanya Abu Thalhah lagi “Upahku hanyalah yang tuan Liat” kemudian Abu Thalhah kembali bertanya “Apakah kamu merasa tidak khawatir tidak mendapat makanan ?” saya tidak khawatir ada upah lain dari Tuhanku. Saya yakin tuhan saya akan memperhatikan saya,” jawab si budak dengan penuh keyakinan. “Terus  apa kamu tidak merasa menyesal nanti ?” cecar Abu Thalhah . Si budak menjawab ,”untuik apa saya harus menyesal ”
Tahulah si budak bahwa Abu Thalhah memperhatikan perilakunya terhadap anjing tersebut. Kini ia merasa Abu Thalhah sedang mencari tahu. Namun sungguh karena kurangnya pemahamannya ia tidak tahu apa maksud dari Abu Thalhah. Jawabanya benar-benar tulus dari hatinya yang bersih. Setelah setelah berbincang-bincang Abu Thlahah meminta ditunjukkan rumah majikan si budak . sesampainya di rumah sibudak tersebut Abu Thalhah bertanya “apakah kebun tersebut di jual?” asalkan cocok harganya jawab si pemilik kebun.
Singkat cerita kebun tersebut berpindah tangan menjadi kebunnya Abu Thalhah. Abu Thalhah. Menghadiahkan kebun tersebut kepada si Budak. Kini jadilah si budak tersebut pemilik baru kebun tersebut.
Sungguh, tidak sedikit orang yang selalu mengharap hasil yang akan di terima sebelum bersedia melakukan suatu pekerjaan. Kebanyakan mereka tidak mau bertindak sebelum jelas hasilnya. Hal ini adalah kultur hubungan antara buruh dengan majikan, di mana setiap jam yang di berikan oleh buruh harus dig anti dengan sejumlah upah yang telah di sepakati. Cara berfikir seperti ini telah tertanam begitu dalam. Padahal sebenarnya siapa yang yang menabur pasti dia yang menuai.
Barang siapa yang menanam pasti akan mengetam seperti qalam arabi man yazra’ yahsud . siapapun anda jika anda jika menanam padi pasti akan tumbuh padi, menanam jagung akan tumbuh jagung. Sebaliknya jangan bermimpi tumbuh padi, ketika anda menanam rumput.
Adagium ini sudah sangat popular, yang intinya memuat pesan moral: pikirkan dan kerjakan segalah sesuatu yang baik, maka segalah sesuatu yang(semesta) yang baik akan mengikutinya. Tanam dan taburkan kebaikan dimana saja dan kepada siapa saja dengan ikhlas, tampa harus berharap imbalan. Termasuk kebaikan berkarya dan bekerja kepadaperusahaan, pertanian, perkebunan,atau tempat-tempat lain yang merupakan tempat kita mengabdi selama ini.karena tuhan tidak tidur, maha melihat,maha adil dan maha bijaksana.
Karya, pemberian, pertolongan , atau yang sejenisnya  sebagai symbol tangan di atas yang dilakukan dengan tulus (ikhlas) sering diartikan karya tampa perlu berharap imbalan dan balasan, kecuali hanya bergantung dan berharap kepadanya. Tidak salah kalau kerja profesipnal itu di rumuskan segabai kerja ikhlas , kerja cerdas, dan kerja berkualitas agar hasil kerja tuntas.
Dengan sendirinya hokum aksi min reaksi akan berjalan dengan sendirinya . “pada hari ini setiap jiwa mendapat balasan menurut usahanya. Hari ini tidak ada yang di rugikan. Allah sungguh cepat membuat perhitungannya (QS.Al-Mu’min [40] : 17)
Semoga Buletin ini dapat memberi manfaat untuk para pembaca setia bulletin SC Ar Riyadhoh BEM FIK UNM

Pelindung/penasehat: Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin Usman M. Kes. Pembina: Drs Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc M.Pd.I Penanggung jawab: Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK UNM dan Ketua Depertemen Informasi Dan Komunikasi Editor :  Kaharuddin

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SEMAKIN BERSYUKUR REZEKI SEMAKIN BERTAMBAH 008"

Posting Komentar