KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QADAR, TANDA-TANDA, DAN WAKTUNYA 007
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wr. Wbr
Pembaca bulletin Ar-Riydhoh Yang setia..
Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin..
Malam Lailatul Qadar adalah malam mulia yang nilainya lebih baik
daripada 1.000 bulan (30.000x malam biasa):“Sesungguhnya Kami telah
menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam
kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu
turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur
segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [QS Al
Qadar: 1 - 5].
Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya ayat Al Qur’an) di atas
adalah: Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah
menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fisabilillah menggunakan
senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum muslimin mengagumi
perjuangan orang tersebut. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr: 1-3)
yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada perjuangan
Bani Israil selama seribu bulan itu.(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Al
Wahidi, yang bersumber dari Mujahid)Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa di
kalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang suka beribadah malam hari
hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu dilakukannya
selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr : 1-3) yang
menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada amal seribu bulan
yang dilakukan oleh seorang laki-laki dari Bani Israil tersebut(Diriwayatkan
oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid).Para sahabat kagum dan iri karena
lelaki Bani Israel tersebut selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan) selalu
beribadah dan berjihad kepada Allah karena sejak lahir dia sudah berada di atas
agama yang lurus. Sedang para sahabat karena ajaran Islam baru disyiarkan Nabi,
banyak yang masuk Islam pada umur 40 tahun atau lebih. Sehingga sisa waktu
mereka hanya 20-30 tahun saja. Tak bisa menandingi ibadah lelaki dari Bani
Israel tersebut.Karena itulah turun ayat di atas. Jika ummat islam beribadah
pada malam tersebut, niscaya pahalanya sama dengan pahala 1000 bulan. Karena
itu perbanyaklah shalat, dzikir, doa, membaca Al Qur’an, bersedekah, dan
berjihad di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar.
Kapan Malam Lailatul Qadar itu
Terjadi?
Malam
Lailatul Qadar terjadi pada 1 malam ganjil pada 10 malam terakhir di bulan
Ramadhan (malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29):Pendapat yang paling kuat,
terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan:
Aisyah
r.a. berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan,
dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam
terakhir dari bulan Ramadhan.” [HR Bukhari dan HR Muslim]Jika berat mencari
pada 10 malam terakhir, coba cari pada 7 malam terakhir:Dari Ibnu Umar ra bahwa
beberapa shahabat Nabi SAW melihat lailatul qadr dalam mimpi tujuh malam
terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam
terakhir.” Muttafaq Alaihi.Kenapa mencari malam Lailatul Qadar pada 10 atau 7
hari terakhir (ganjil/genap)? Kenapa tidak 5 hari ganjil yang terakhir saja?
Saat ini banyak kelompok masih berbeda penetapan 1 Ramadhan. Ada yang misalnya
tanggal 1 bulan X Masehi. Ada pula yang tanggal 2. Jadi tidak jelas mana yang
ganjil dan yang genap. Lebih aman kita tetap giat di 10 malam terakhir entah
itu ganjil/genap. Dari Muawiyah Ibnu Abu Sufyan ra bahwa Nabi SAW bersabda
tentang lailatul qadar: “Malam dua puluh tujuh.” [Abu
Daud]Ibnu
Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada
malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada
sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih
tersisa.” [HR Bukhari]
Apa Tanda-tanda Malam Lailatul
Qadar?
Dari
Ubay ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “Pagi hari
malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana
hingga meninggi.” (HR Muslim 762).Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami
menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam beliau bersabda (yang artinya), “Siapa di antara kalian yang ingat
ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah (setengah bejana).” (HR Muslim
1170)Dan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang
artinya), “(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak
panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya
melemah kemerah-merahan.” (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231),
Bazzar (1/486), sanadnya hasan).dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah SAW:
“Lailatul
qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan,
tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu
dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam
al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)
Bagaimana Cara Mengisi Malam Lailatul
Qadar?
Nabi Muhammad ber-i’tikaf (tinggal di masjid) pada 10 malam
terakhir: Aisyah r.a. berkata, “Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang
akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghidupkan malam,
dan membangunkan istri beliau.” [HR Bukhari]
Di masjid beliau shalat wajib dan sunnah, membaca Al Qur’an,
berzikir, berdo’a, dan sebagainya.
Nabi biasa melakukan shalat sunnat malam (Tarawih) pada bulan
Ramadhan:Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa
yang mendirikan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari
Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.” [Hr Bukhari]
Doa
Malam Lailatul Qadar:
Dari ‘Aisyah ra bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah,
bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca
pada malam tersebut? Beliau bersabda: “bacalah:

(artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun,
Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).” Riwayat Imam Lima selain Abu
Dawud.
Ciri-ciri Orang yang Mendapat
Malam Lailatul Qadar
Ciri-ciri dari orang yang mendapat Malam Lailatul Qadar
adalah dia ibadahnya lebih rajin daripada sebelumnya. Dia jadi lebih rajin
shalat, puasa, sedekah, dsb.
Tidak berani mengerjakan hal-hal yang maksiat. Tidak mungkin
dia mabuk-mabukan, berjudi, atau pun berpacaran/mendekati zina.
Semoga Buletin ini dapat memberi
manfaat untuk para pembaca setia bulletin SC Ar Riyadhoh BEM FIK UNM
Pelindung/penasehat: Dekan FIK UNM, Drs. H. Arifuddin
Usman M. Kes. Pembina: Drs
Muhammadong S.Ag.,M.Ag, dan H. Amri Rahman Lc M.Pd.I Penanggung jawab: Ketua Umum Study Club Ar Riyadhoh BEM FIK
UNM dan Ktua Depertemen Informasi Dan Komunikasi Editor : Kaharuddin
0 Response to "KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QADAR, TANDA-TANDA, DAN WAKTUNYA 007"
Posting Komentar